MTsN 17 Tanah Datar Gelar Proyek Lintas Mapel Bertema “Batikku, Budayaku, Jati Diriku”
Tanah Datar – MTsN 17 Tanah Datar terus mengembangkan pembelajaran yang kreatif dan kontekstual melalui pelaksanaan Proyek Lintas Mata Pelajaran yang bertema “Batikku, Budayaku, Jatidiri Ku”. Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas VII dan IX dan merupakan hasil kolaborasi antar guru dari berbagai bidang studi.
Proyek ini dirancang untuk mengenalkan dan menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal, khususnya seni membatik, yang menjadi salah satu identitas budaya bangsa Indonesia. Dalam pelaksanaannya, kegiatan membatik ini diintegrasikan ke dalam enam mata pelajaran:
- Prakarya, melalui praktik langsung teknik membatik, mulai dari menggambar pola hingga proses pewarnaan kain.
- Bahasa Indonesia, dengan kegiatan menyusun teks deskripsi tentang proses membatik yang dialami oleh siswa.
- Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), yang membahas sejarah dan perkembangan batik sebagai warisan budaya bangsa.
- Bahasa Inggris, dengan membuat procedural text atau teks prosedur tentang tahapan membatik.
- Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), yang mengulas zat pewarna yang digunakan dalam batik, baik alami maupun sintetis.
- PPKn, yang menanamkan nilai-nilai gotong royong, kerja sama, dan persatuan selama kegiatan berlangsung.
- Matematika kongruen, kesebangunan bangun datar, garis dan sudut
Dengan semangat kebersamaan, para siswa bekerja dalam kelompok, saling membantu dan menunjukkan kreativitas mereka dalam menghasilkan karya batik. Tidak hanya melatih keterampilan tangan, proyek ini juga memperkuat penguasaan materi pelajaran dan karakter siswa.
Kepala MTsN 17 Tanah Datar, Ibu Azizah Rahmy, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata pembelajaran lintas disiplin ilmu yang mendekatkan siswa dengan kehidupan nyata.
“Melalui proyek ini, kami ingin menumbuhkan kebanggaan siswa terhadap budaya sendiri sekaligus membentuk keterampilan abad 21 seperti kolaborasi, komunikasi, dan berpikir kritis,” ujar beliau.
Kegiatan ditutup dengan sesi refleksi dan pameran hasil batik siswa di lingkungan madrasah. Semangat dan antusias siswa dalam mengikuti kegiatan ini menjadi bukti bahwa pembelajaran akan lebih bermakna ketika dikaitkan dengan budaya dan kehidupan sehari-hari.
11,956 total views, 2 views today












Users Today : 11
Users Yesterday : 28
Total Users : 21649
Views Today : 15
Views Yesterday : 50
Who's Online : 1
Your IP Address : 216.73.216.150